Posted in Uncategorized on February 3rd, 2010 by raysphotoworks

Memilih dan membeli kamera digital SLR (DSLR) merupakan hal yang gampang2 susah, apalagi untuk pemula yang berkantong pas2n seperti saya. Untuk anda yang berkantong tebal, anda tinggal memilih yang berharga mahal atau kelas high-end, karena di dunia fotografi, harga biasanya ga bo’ong, kalo mahal ya artinya emang bagus. Tapi untuk saya, Harganya yang bisa ngabisin jatah makan dua bulan, membuat saya berpikir keras untuk memilih salah satu penawaran dari produsen yang semuanya menggiurkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan membeli kamera digital SLR (DSLR) ini. yuk kita bahas..
Apa Kebutuhan Anda
Ada sangat banyak pilihan di pasaran dengan berbagai macam varian harga dan fitur. sebelum menentukan, pikirkan dulu tujuan anda membeli kamera digital SLR, fitur apa yang penting untuk anda. Anda ingin kesederhanaan sebuah kamera DSLR atau anda tipe fotografer yg ingin mengeksplorasi semua kelebihan yang ditawarkan sebuah kamera SLR.
Perhatikan Ukuran sensor CCD atau CMOS yang digunakan untuk menangkap image. Walaupun banyak sekali variasi ukuran, namun umumnya terbagi dalam 3 kategori, yaitu FullFrame, APS-C dan Four-Thirds. Bagi sebagian orang, ukuran sensor (megapiksel) tidak terlalu penting, yang lebih penting adalah masuk kategori mana sensor2 tersebut.

Yang membedakan ketiga macam sensor tersebut adalah Crop Factor, gambar diatas menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran sensor, semakin kecil area tangkap layarnya. pada hasil image, terlihat sperti menggunakan focal length (1.5x or 1.6x lebih panjang untuk APS-C, 2x untuk Four-Thirds).
Bagi sebagian pengguna DLSR pemula, crop factor bukan merupakan hal utama, tapi perlu dipertimbangkan jika anda ingin menggunakan DSLR sebagai pengganti kamera SLR lama anda, dan jika anda sudah memiliki koleksi lensa yang mahal2, ada baiknya anda mempertimbangkan untuk membeli DSLR Fullframe, karena jika tidak, gambar yg dihasilkan akan berbeda dengan SLR biasa.
Hal lain yg perlu diperhatikan memilih kamera digital SLR atau DSLR adalah antishake systems. karena gambar yang diambil pada pencahayaan kurang ataupun diambil dari jarak jauh akan rawan menjadi buram (blur) karena gerakan tangan atau kamera yg tidak disengaja. Image Stabilization ini dirancang untuk menghindari hal ini

Hal berikutnya yg harus diperhatikan dalam membeli kamera digital SLR atau DSLR adalah kecepatan. baik kecepatan fokus ataupun kecepatan memotret. kamera DSLR entry level pun memiliki kecepatan yg lebih baik daripada kamera saku high-end. Semakin mahal semakin meningkat pula kecepatannya. hal ini diperlukan apabila anda sering memotret objek bergerak misal mobil yg sedang melaju atau burung yang sedang terbang.

* Jenis foto bagaiman yang ingin Anda lakukan? (foto keluarga, potret, lanskap, makro, olahraga)
* Anda ingin menggunakan kamera digital saat berada dalam mode otomatis atau ingin benar-benar belajar seni fotografi?
* Bagaimana tingkat pengetahuan dan pengalaman Anda dengan kamera digital?
* Apa saja fitur digital yang Anda cari? (besar zoom, stabilisator gambar, LCD besar, kemudahan penggunaan, harga)
* Apa yang Anda fikirkan tentang ukuran kamera (mudah dibawa-nya)?
Fitur paling dibahas dan digunakan untuk menjual kamera digital dan jumlah megapixels.
Kita tahu harga kamera DSLR 6,1 mp adalah 4 kali harga kamera digital biasa yang 10 mp. Padahal kita sering mendengar orang bertanya : berapa megapixel kamera kamu? Atau cuman segitu pixel kamera-nya? Pada kenyataannya makin banyak pixel, juga bisa merusak hasil gambar. Memiliki kamera hanya dua pixel sudah cukup untuk dicetak dalam foto standar 6×4 inci secara sempurna. Ini sama dengan resolusi Full HD TV. Lima hingga enam megapixel lebih dari cukup untuk segala kebutuhan. Bahkan untuk pencetakan sebesar poster tetap kelihatan bagus di resolusi ini. Jika Anda mencetak foto dalam ukuran normal (10×15, 14X21) dari kamera 4 megapixels sudah ebih dari cukup.
Ingat bahwa tergantung pada bagaimana Anda akan menggunakan kamera digital yang Anda miliki / harus membeli beberapa tambahan seperti:
* Tas, ransel
* Kartu memori
* Baterai dan / atau baterai yang dapat diisi buku
* Lensa (jika Anda membeli DSLR)
* Penyaring (dan aksesoris lainnya untuk lensa)
* Tripod atau monopod
* Flash


5. Kamera DSLR atau kamera digital biasa?
Kamera tipe DSLR merupakan kamera digital yang mempunyai prinsip kerja, sama dengan kamera SLR yang masih menggunakan film, yaitu dengan menggunakan sistem pantulan dari cermin. Perbedaan yang mendasar antara DSLR dan kamera digital biasa atau digicams terletak pada sensor yang meneruskan cahaya yang masuk melalui lensa
Tidak semua “zooms” adalah sama. Bila Anda mencari kamera digital, anda akan mendengar dua hal: optical zoom dan digital zoom. Saya menyarankan Anda mempertimbangkan hanya zoom optik untuk mengambil keputusan untuk membeli. Digital zoom, yang kasar, hanya akan meningkatkan pixel dari gambar Anda dan meninggalkan lebih “pixelnoize” atau gangguan pada kualitas gambar.

Sebelum membeli kamera digital, waktu untuk melakukan pencarian. Jangan hanya percaya pada penjual, mengingat banyak orang yang dibayar untuk beberapa merk desain kamera.
Membaca artikel, jurnal khusus fotografi, khusus situs dan forum, karena ada banyak tersebar di berbagai media informasi. Dengan demikian, anda akan mengerti benar bagaimana cara memilih kamera digital yang berkualitas menurut Anda.
Artinya anda harus yakin betul kamera digital yang akan anda beli adalah pas dengan pengetahuan anda serta nyaman sesuai skill anda. Percuma rasanya anda membeli kamera digital secanggih apapun, jika anda tidak nyaman dan kurang bisa menggunakannya. Yakinkan anda telah benar-benar memilih kamera digital pilihan Anda.
Kadang-kadang ini perlu dilakukan agar penjual benar-benar membeberkan semua rahasia dari kamera digital tersebut. Jika kita minta diskon, biasanya diberi, cuman sang penjual memberikan catatan, kalo untuk harga segitu, dapatnya harusnya yang kamera ini pak..artinya, dia akan membandingkan dengan produk lainnya. Kalau kita ancam tidak membeli, trik ini akan membuka peluang sang penjual untuk mempertimbangkan kembali harga tawarnya. Atau memberi fasilitas lainnya. Intinya, kita harus dapatkan yang terbaik, dan sesuai antara harga dan barang yang kita beli.